Ustadz Abdul Somad Sebut Beasiswa Santri Kukar Pertama di Indonesia

img

Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri (Kanan) memberikan cenderamata kepada Ustadz Abdul Somad (Kiri). (Kriz)

POSKOTAKALTIMNEWS, KUKAR: Di hadapan ribuan jemaah yang memadati Masjid Agung Sultan Aji Muhammad Sulaiman Tenggarong pada Tabligh Akbar Tahun Baru Islam 1448 Hijriah, Minggu (5/7/2026), penceramah nasional Ustadz Abdul Somad secara terbuka mengapresiasi program beasiswa santri milik Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar).

Selama berkeliling berdakwah dari Sabang sampai Papua, ia mengaku baru menemukan satu kabupaten yang memberikan bantuan bulanan kepada santri melalui transfer langsung ke rekening masing-masing.

Pernyataan tersebut disampaikan Abdul Somad saat menyampaikan pentingnya perhatian pemerintah terhadap pendidikan agama.

Menurutnya, dukungan kepada santri dan pesantren merupakan investasi jangka panjang untuk melahirkan generasi yang berilmu sekaligus menjadi amal yang pahalanya terus mengalir.

 "Rp250 ribu yang ditransfer ke rekening, yang langsung dibayarkan kepada santri. Saya sudah keliling dari Sabang sampai Merauke, hanya satu kabupaten inilah yang memberikan Rp250 ribu kepada anak pesantren. Di mana itu? Kukar," ujarnya dihadapan ribuan jemaah.

Selain bantuan bagi santri, dai kondang tersebut juga mengapresiasi keberlanjutan program beasiswa bagi peserta didik yang melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi keagamaan.

Menurutnya, langkah tersebut menjadi bentuk nyata keberpihakan pemerintah terhadap pengembangan sumber daya manusia berbasis pendidikan Islam.

"Anak yang berprestasi, yang hebat, yang amanah, nilainya bagus, kuliah di PTKI, di institusi Al-Qur'an, dapat lagi beasiswa. Masyaallah," kata dia.

Dalam tausiahnya, Abdul Somad juga mengenang perjuangannya ketika berhasil lolos seleksi masuk Universitas Al-Azhar.

Saat itu, hanya 100 peserta dari Indonesia yang dinyatakan lulus. Ia mengaku pernah mengirimkan bukti kelulusannya kepada kepala daerah di kampung halamannya dengan harapan memperoleh dukungan, namun tidak pernah mendapatkan balasan.

"Kalau dulu dia bantu saya, pasti dia dapat pahala setiap kali saya berdakwah. Tapi karena dia tidak bantu saya, tidak dapat apa-apa," tuturnya.

Dari pengalaman tersebut, Abdul Somad mengajak para kepala daerah untuk tidak ragu mendukung pendidikan agama.

Menurutnya, kebijakan yang berpihak pada syiar Islam akan memberikan manfaat yang jauh lebih panjang dibanding masa jabatan seorang pejabat.

"Kalau sesuatu yang kau tanda tangani untuk agama Allah, walaupun sekarang lagi susah karena pemotongan APBD, efisiensi, dan segala macam, semua tergantung kemampuan. Tapi kalau untuk agama Allah, tidak ada yang bisa mengalahkan. Allah akan menolong orang-orang yang menolong agama-Nya. Itu janji Allah," ucapnya.

Apresiasi yang disampaikan Abdul Somad langsung mendapatkan tanggapan dari Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri.

Ia mengatakan seluruh regulasi program tersebut telah disiapkan dan ditargetkan mulai berjalan pada tahun ajaran baru 2026.

"Itu merupakan salah satu program kami di Kukar Idaman Terbaik. Sekarang regulasinya sudah kami siapkan dan insyaallah pada tahun ajaran baru ini sudah bisa kita implementasikan," ujarnya.

Ia menjelaskan, program tersebut dirancang sebagai bentuk dukungan pemerintah daerah terhadap pendidikan di lingkungan pondok pesantren agar para santri dapat lebih fokus menempuh pendidikan.

"Isi programnya adalah beasiswa untuk santri. Itu menjadi bagian dari Program Beasiswa Kukar Idaman Terbaik, sebesar Rp250 ribu per santri," tuturnya.

Program tersebut kemudian dijelaskan lebih rinci oleh Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Kukar, Fathul Alamin.

Ia menerangkan, beasiswa diperuntukkan bagi seluruh santri ber-KTP Kukar yang belajar di pondok pesantren terdaftar di Kementerian Agama.

Bantuan yang diberikan sebesar Rp250 ribu per bulan selama satu tahun, sehingga setiap santri menerima total Rp3 juta dalam setahun.

"Beasiswa ini diperuntukkan bagi seluruh warga Kukar yang mondok di seluruh pondok pesantren yang ada di wilayah Kukar. Bantuan yang diberikan sebesar Rp250 ribu per bulan selama satu tahun penuh, sehingga total yang diterima mencapai Rp3 juta per tahun," jelasnya.

Fathul menyebut, penerima beasiswa santri tidak perlu melakukan pendaftaran karena pemerintah menggunakan data santri yang telah terdaftar di Kementerian Agama.

Saat ini, lanjutnya, tercatat sebanyak 2.662 santri telah masuk dalam basis data penerima, sementara kuota yang disiapkan mencapai 3.500 santri untuk mengakomodasi santri baru pada tahun ajaran ini.

Program tersebut menjadi bagian dari Beasiswa Kukar Idaman Terbaik dengan total anggaran sekitar Rp56 miliar yang menyasar 7.200 penerima.

"Insyaallah Bapak Bupati sudah berkomitmen pada tahun-tahun berikutnya anggaran ini tidak akan dikurangi, bahkan mudah-mudahan bisa ditambah," tutupnya. (kriz)